Bagaimana cara memilih antara RO satu tahap dan RO dua tahap berdasarkan TDS dan target konduktivitas?
Kesimpulan langsung: Pilih RO satu tahap jika TDS air baku ≤ 500 ppm dan target konduktivitas akhir ≥ 10 µS/cm; pilih RO dua tahap jika TDS baku > 500 ppm atau target konduktivitas akhir < 10 µS/cm — terutama untuk air minum kemasan dengan standar ketat, proses produksi farmasi, atau pasokan air murni di pabrik elektronik.
Alasan teknis: RO satu tahap umumnya menurunkan TDS sekitar 95%, sehingga dari TDS 400 ppm menghasilkan air dengan konduktivitas sekitar 20–40 µS/cm. RO dua tahap memproses ulang permeat tahap pertama, sehingga mengurangi ion sisa dan gas terlarut (seperti CO₂) yang tidak sepenuhnya dihilangkan dalam satu tahap — menghasilkan konduktivitas stabil di bawah 10 µS/cm.
Kondisi pengambilan keputusan:
- Harus tersedia data uji laboratorium resmi: TDS, pH, alkalinitas, kadar klorin bebas, dan kekerasan total — minimal 3 sampel dari sumber air baku selama 7 hari kerja;
- Tidak cukup hanya mengandalkan nilai TDS: air gunung atau air tanah vulkanik sering mengandung silika atau boron tinggi meski TDS rendah — kondisi ini memerlukan RO dua tahap agar memenuhi standar kualitas air minum kemasan di Tiongkok;
- Pada lini produksi air galon otomatis Chuxin Mingwei, sistem RO dua tahap dirancang modular dengan kontrol tekanan presisi dan unit pembersihan otomatis, guna menjaga stabilitas kualitas air antar-tahap tanpa penanganan manual.
Batasan layanan: Chuxin Mingwei menyediakan desain RO dua tahap mulai dari kapasitas 500 L/jam. Untuk instalasi di lokasi tanpa ruang mekanikal memadai atau pasokan listrik tidak stabil (3-phase 380 V), kami merekomendasikan uji pilot skala kecil (100–200 L/jam) selama 72 jam sebelum finalisasi spesifikasi — khususnya untuk proyek di wilayah Guangdong Selatan.
Langkah berikutnya: Kirim hasil uji kualitas air baku Anda (format PDF atau Excel) ke tim teknis kami melalui formulir kontak. Kami akan kirimkan Technical Fit Assessment gratis dalam 3 hari kerja — termasuk rekomendasi tipe RO, estimasi recovery rate, dan daftar komponen kritis yang perlu diverifikasi di lokasi (seperti ketersediaan drainase limbah dan ketinggian tangki penyimpanan).


